ayo buat website

Cek Kesehatan Gratis Papua Sebagai Pilar Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Suara Papua - Monday, 11 August 2025 - 14:35 WITA
Cek Kesehatan Gratis Papua Sebagai Pilar Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
 (Suara Papua)
Penulis
|
Editor

Oleh : Loa Murib

Papua- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Papua menjadi salah satu wujud nyata perhatianpemerintah terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui pelaksanaan yang menjangkau berbagai lapisan, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), anak sekolah, hinggamasyarakat umum, program ini bukan sekadar layanan medis, melainkan sebuah langkahstrategis membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan sebagai fondasikesejahteraan.

Di Papua Barat Daya, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencanamengawali kegiatan CKG bagi ratusan ASN di lingkup Pemerintah Provinsi. Kegiatan inidikemas dengan pendekatan yang menyenangkan melalui senam bersama, sarapan sehat, danpemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, berat badan, hingga konsultasi medis. Penjabat Sekretaris Daerah Papua Barat Daya, YakobKareth, menegaskan bahwa ASN adalah motor penggerak birokrasi dan harus menjadi teladandalam menerapkan pola hidup sehat. Baginya, menjaga kesehatan adalah investasi jangkapanjang yang mendukung kinerja dan pelayanan publik yang optimal.

Kepala Dinkes PPKB Papua Barat Daya, Naomi Netty Howay, menambahkan bahwa kegiatanini merupakan bagian dari program prioritas nasional yang bertujuan mendeteksi dini penyakitsebelum berkembang menjadi kondisi kronis. Pemeriksaan rutin menjadi penting karena banyakpenyakit seperti hipertensi dan diabetes tidak menampakkan gejala pada tahap awal. Dengandeteksi sejak dini, potensi beban biaya pengobatan dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakattetap terjaga.

Tidak hanya menyasar ASN, program ini juga diperluas ke masyarakat umum di berbagai daerahPapua. Di Kabupaten Biak Numfor, CKG difokuskan pada generasi muda melalui pemeriksaankesehatan bagi siswa di semua satuan pendidikan. Plt Kepala Dinas Kesehatan Biak Numfor, Jubelina Marandof, menjelaskan bahwa layanan diberikan melalui 21 puskesmas di 19 distrikdengan target 46 ribu siswa. Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, mulaidari status gizi, kesehatan mata, gigi, telinga, hingga pemeriksaan kesehatan reproduksi danimunisasi HPV bagi siswa putri kelas 9 SMP.

Pendekatan ini memperlihatkan komitmen pemerintah menanamkan perilaku hidup sehat sejakusia dini. Dengan memeriksa dan mengedukasi siswa, kebiasaan baik diharapkan terbentuk danmenjadi bekal penting dalam mencegah penyakit di kemudian hari. Generasi muda yang sehattidak hanya menjadi aset keluarga, tetapi juga penopang pembangunan daerah.

Di Kabupaten Merauke, Kepala Dinas Kesehatan dr. Nevile Muskita menyampaikan bahwaprogram CKG yang dimulai pada Agustus ini menargetkan lebih dari 50 ribu anak sekolah, mencakup SD, SMP, dan SMA. Tahun pertama pelaksanaan diarahkan untuk menjangkau 30–40 persen dari total sasaran 180 ribu penduduk. Meskipun target belum sepenuhnya tercapai, capaian sementara yang sudah memeriksa lebih dari 34 ribu orang menjadi awal yang positif. Nevile optimistis bahwa cakupan program akan meningkat di tahun-tahun berikutnya seiringmeningkatnya kesadaran masyarakat.

Pelaksanaan CKG di berbagai kabupaten di Papua menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan skema yang terencana, masyarakatdi wilayah terpencil tetap mendapatkan akses yang sama terhadap layanan kesehatan berkualitas. Ini sejalan dengan amanat pembangunan nasional yang menempatkan kesehatan sebagai salahsatu prioritas utama.

Program ini juga memiliki dimensi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Kesehatan yang terjaga mempengaruhi produktivitas kerja, prestasi belajar, dan kemampuanberkontribusi dalam kehidupan sosial. Di daerah seperti Papua, yang memiliki tantangangeografis dan aksesibilitas, pemeriksaan kesehatan gratis menjadi jembatan untuk mengurangiketimpangan layanan medis.

Selain itu, deteksi dini yang menjadi fokus CKG memberikan keuntungan jangka panjang. Penyakit yang ditemukan lebih awal dapat ditangani dengan biaya dan risiko yang lebih rendahdibanding jika sudah memasuki tahap kronis. Dengan demikian, program ini berkontribusi padapenghematan anggaran kesehatan daerah dan nasional.

Lebih jauh, CKG di Papua membawa pesan penting bahwa kesejahteraan masyarakat tidakhanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas hidup yang ditopang olehkesehatan yang baik. Program ini mengintegrasikan aspek preventif dan promotif dalampelayanan kesehatan, yang selama ini sering terabaikan.

Keberhasilan CKG bukan hanya terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti pemeriksaan, tetapijuga dari perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan. Edukasi yang diberikandalam setiap pemeriksaan harus mampu membentuk pola pikir bahwa menjaga kesehatan adalahtanggung jawab pribadi yang memberi manfaat bagi keluarga dan komunitas.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui kebijakan strategis Presiden PrabowoSubianto, program ini memiliki potensi menjadi salah satu pilar peningkatan kesejahteraanmasyarakat di Papua. Infrastruktur kesehatan yang semakin baik, tenaga medis yang kompeten, dan fasilitas pemeriksaan yang memadai menjadi fondasi untuk menjadikan Papua sebagaidaerah yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Pada akhirnya, Cek Kesehatan Gratis di Papua bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan investasibesar bagi masa depan. Melalui kesehatan yang terjaga, masyarakat dapat beraktivitas denganoptimal, anak-anak dapat belajar dengan baik, dan generasi mendatang dapat tumbuh menjadiSDM unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Inilah pondasi yang akanmenggerakkan Papua menuju kesejahteraan yang lebih merata dan berkelanjutan.

*Penulis adalah Mahasiswa Papua di Surabaya

Close Ads X
ayo buat website