ayo buat website

Bangun Ekonomi Rakyat hingga Buka Akses Pangan Murah, Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Angkat Manfaat Koperasi Merah Putih

Suara Papua - Sunday, 17 August 2025 - 17:53 WITA
Bangun Ekonomi Rakyat hingga Buka Akses Pangan Murah, Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Angkat Manfaat Koperasi Merah Putih
 (Suara Papua)
Penulis
|
Editor

*) Oleh : Fahmi Purba S.

Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada momentum bersejarah inimenjadi penegasan nyata komitmen pemerintah dalam membangun kekuatanekonomi rakyat dari akar rumput. Salah satu program yang menjadi sorotan adalahpendirian 80 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruhIndonesia. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai wadah usaha, tetapisebagai instrumen pemerataan ekonomi dan penguatan kemandirian masyarakat. Dengan memanfaatkan potensi lokal, koperasi ini diharapkan mampu mendorongdistribusi barang dan jasa yang lebih merata, termasuk menyediakan kebutuhanpokok dengan harga terjangkau. Langkah ini mencerminkan visi ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa koperasi-koperasi ini akan menjadi solusistrategis untuk menekan biaya hidup masyarakat. Lini usaha yang dikembangkanmencakup penyediaan sembako seperti beras dan minyak goreng murah, distribusiLPG 3 kg, hingga pupuk bersubsidi untuk petani. Selain itu, koperasi juga akanmemiliki unit usaha simpan pinjam, klinik kesehatan, apotek desa, hingga sistempergudangan dan logistik yang mampu memotong rantai distribusi panjang yang selama ini membuat harga barang melonjak. Tidak berhenti di situ, koperasi ini jugaakan membuka akses protein murah seperti ikan dan daging, sehingga gizimasyarakat terjamin dengan harga yang lebih ramah di kantong. Dengan demikian, koperasi Merah Putih akan berperan sebagai penyeimbang pasar sekaliguspenggerak ekonomi rakyat.

Langkah ini juga diharapkan mampu memutus ketergantungan masyarakat padatengkulak yang seringkali menentukan harga secara sepihak. Anggota Komisi IV DPR RI, Ajbar Abdul Kadir, menyampaikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Denganmemanfaatkan potensi desa, koperasi ini akan menciptakan lapangan kerja baru, memberdayakan sumber daya lokal, dan menggerakkan roda perekonomian daribawah. Ajbar menekankan, sebagaimana komitmen Presiden Prabowo, koperasi iniadalah momentum lahirnya peradaban baru ekonomi Indonesia yang mengedepankangotong royong, rasa memiliki, dan kemandirian. Keberadaannya diharapkan membuatmasyarakat aktif terlibat, sehingga pembangunan desa tidak lagi bergantung padabantuan eksternal semata.

Pemerintah memahami bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa bersifat parsial. Karena itu, koperasi Merah Putih hadir dengan konsep ekonomi holistik yang menghubungkan potensi hulu hingga hilir. Juru Bicara Kantor KomunikasiKepresidenan Bidang Ekonomi, Fithra Faisal, menjelaskan bahwa koperasi ini tidakhanya berfokus pada satu sektor atau satu wilayah, tetapi menghubungkan desa kekota, dari daerah terpencil hingga pusat pertumbuhan ekonomi. Artinya, pemerataanpembangunan menjadi nyata, karena semua pihak dapat terlibat dan merasakanmanfaatnya. Pendekatan ini sekaligus menjawab tantangan disparitas ekonomi yang selama ini menjadi hambatan kemajuan Indonesia.

Dari perspektif makroekonomi, keberadaan koperasi Merah Putih akan memperkuatdaya beli masyarakat sekaligus memperluas basis produksi nasional. Distribusikebutuhan pokok yang lebih murah akan menurunkan tekanan inflasi, khususnya di sektor pangan. Pada saat yang sama, unit usaha simpan pinjam akan memperluasakses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil di pedesaan. Hal ini menciptakan efekganda: mendorong produktivitas dan menumbuhkan pasar internal yang lebih kuat. Dengan keterlibatan masyarakat sebagai pemilik sekaligus pengelola, koperasi iniakan menjaga sirkulasi modal di tingkat lokal, sehingga keuntungan tidak keluar daridesa, tetapi kembali menghidupi komunitasnya.

Secara sosial, koperasi Merah Putih akan menjadi ruang kolaborasi antarwarga, memulihkan semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa. Di tengahtantangan global, kemandirian ekonomi berbasis komunitas adalah benteng terbaikuntuk menjaga ketahanan sosial. Ketika harga pangan dunia melonjak atau rantaipasok global terganggu, koperasi desa dapat menjadi penyangga dengan stok dandistribusi lokal yang lebih terjamin. Dengan begitu, masyarakat tidak mudah terjebakdalam spekulasi harga yang merugikan. Peran ini sangat penting untuk menjagastabilitas sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.

Pembangunan koperasi ini juga akan membawa dampak positif pada ketahananpangan nasional. Dengan terhubungnya petani, nelayan, dan peternak melalui jalurdistribusi yang dikelola koperasi, biaya transportasi dan logistik dapat ditekan. Akibatnya, harga produk segar seperti sayur, buah, ikan, dan daging bisa lebihkompetitif, bahkan di daerah yang selama ini sulit dijangkau. Pendekatan ini sejalandengan tujuan pemerintah untuk memastikan setiap keluarga di Indonesia memilikiakses pada makanan bergizi dengan harga terjangkau. Dalam jangka panjang, kualitas kesehatan masyarakat akan meningkat, dan beban biaya kesehatan dapatditekan.

Keberhasilan koperasi Merah Putih akan sangat bergantung pada partisipasi aktifmasyarakat. Pemerintah telah menyiapkan skema pelatihan dan pendampingan untukmemastikan pengelolaan koperasi berjalan profesional. Transparansi, akuntabilitas, dan manajemen yang baik akan menjadi kunci agar koperasi tidak hanya bertahan, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam hal ini, sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penentu. Jika semua pihak bersatu, maka cita-cita membangun kemandirian ekonomi dari desaakan menjadi kenyataan.

Pada akhirnya, Koperasi Merah Putih bukan hanya simbol komitmen pemerataanekonomi, tetapi juga instrumen nyata yang akan mengubah wajah perekonomianIndonesia dari pinggiran ke pusat. Dengan konsep ekonomi inklusif dan gotong royong, program ini akan membuka jalan bagi lahirnya generasi baru pelaku ekonomiyang mandiri, kreatif, dan berdaya saing tinggi.

*) Penulis merupakan Pengamat Kebijakan Publik.

Close Ads X
ayo buat website