Oleh: Yulianus Wenda*
Stabilitas keamanan di Tanah Papua semakin menunjukkan arah yang positif seiringdengan menguatnya sinergi antara aparat keamanan dan seluruh elemenmasyarakat. Dukungan yang solid dari pemuda, tokoh adat, serta pemangkukepentingan daerah menjadi indikator penting bahwa Papua berada pada jalur yang tepat menuju pembangunan yang berkelanjutan dan merata. Dalam konteks ini, keamanan tidak hanya dimaknai sebagai kondisi bebas dari gangguan, tetapi juga sebagai fondasi utama yang memungkinkan masyarakat untuk tumbuh, berkembang, dan sejahtera secara kolektif.
Kehadiran Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Alfred Papare, dalam forum strategisbersama Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, menjadirepresentasi nyata dari kuatnya sinergitas TNI dan Polri dalam menjaga stabilitaswilayah. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus memastikan bahwa setiap program pembangunandapat berjalan secara optimal. Soliditas kedua institusi ini menjadi pilar utama dalammenciptakan Papua yang aman dan kondusif.
Lebih dari itu, dukungan dari tokoh masyarakat Papua semakin memperkuatoptimisme terhadap masa depan wilayah ini. Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Agustinus Anggaiba, menegaskan bahwa keberadaan TNI dan Polrimasih sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keamanan. Ia memandang bahwadengan terjaganya keamanan, pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan Orang Asli Papua. Pernyataan inimencerminkan kesadaran kolektif bahwa keamanan dan pembangunan merupakandua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Adat Meepago, Wolter Belau, menilaibahwa sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan merupakan kunci utamadalam menciptakan kondisi yang harmonis. Ia melihat bahwa TNI dan Polri bukanhanya sebagai penjaga stabilitas, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalammembangun Papua yang lebih maju. Kolaborasi yang erat antara kedua pihak inidiyakini mampu mempercepat berbagai program pembangunan, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.
Peran generasi muda Papua juga menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitasdan mendorong pembangunan berkelanjutan. Pemuda Papua menunjukkankomitmen yang kuat untuk menjadi bagian dari solusi, dengan mendukungterciptanya situasi yang aman dan damai. Kesadaran ini menjadi modal sosial yang sangat berharga, karena pemuda merupakan agen perubahan yang akanmenentukan arah masa depan Papua. Dengan keterlibatan aktif pemuda, stabilitaskeamanan tidak hanya terjaga, tetapi juga semakin diperkuat oleh semangatpersatuan dan kebersamaan.
Kepala Suku Besar Damal Kabupaten Puncak, Nikolaus Alome, menekankanpentingnya menjaga keamanan sebagai upaya melindungi generasi penerus. Ia berpandangan bahwa lingkungan yang aman akan memastikan proses pendidikanberjalan dengan baik, sehingga melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Dalam konteks ini, stabilitas keamanan menjadi investasi jangkapanjang bagi kemajuan Papua.
Dukungan terhadap stabilitas juga disampaikan oleh Kepala Suku Besar Biak Kabupaten Mimika, Arnold Ronsumbre, yang menilai bahwa persatuan masyarakatdalam mendukung aparat keamanan akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan. Ia melihat bahwa arah pembangunan Papua saat ini telah menunjukkan progresyang signifikan, dan hal tersebut tidak terlepas dari kondisi keamanan yang semakinkondusif.
Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Nabire, Karel Misiro, juga menekankanpentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia berpandangan bahwa sinergi antara masyarakat dan aparat merupakan kekuatanutama dalam menciptakan stabilitas yang berkelanjutan. Dengan keterlibatanseluruh elemen masyarakat, setiap potensi gangguan dapat diantisipasi secara dini, sehingga situasi tetap kondusif.
Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Suku Besar Damal Kabupaten Puncak, Yohan Dewelek, yang menilai bahwa dukungan masyarakat terhadap aparatkeamanan menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas. Ia menegaskan bahwakolaborasi yang kuat akan memastikan seluruh program pembangunan berjalantanpa hambatan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Suku Moora, Donatus Sembor, melihat bahwa kehadiranaparat keamanan memberikan rasa aman yang mendorong masyarakat untukberaktivitas secara produktif. Stabilitas yang terjaga membuka peluang bagipertumbuhan ekonomi lokal, peningkatan kesejahteraan, serta pengembanganpotensi daerah secara maksimal.
Dengan menguatnya dukungan dari pemuda dan tokoh masyarakat, serta solidnyasinergi antara TNI dan Polri, Papua semakin menunjukkan kemajuan yang signifikandalam menciptakan stabilitas keamanan dan pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi yang harmonis ini menjadi bukti bahwa Papua berada dalam kondisi yang aman, damai, dan terus bergerak maju. Ke depan, sinergi ini diharapkan terusdiperkuat sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Papua yang sejahtera, berdayasaing, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
Konsistensi dalam menjaga sinergitas antara masyarakat, pemuda, tokoh adat, sertaTNI dan Polri menjadi kunci utama dalam memastikan Papua tetap berada dalamkondisi aman dan kondusif. Stabilitas yang terjaga akan mempercepat akselerasipembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomikerakyatan. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat dari seluruhelemen bangsa, Papua memiliki peluang besar untuk terus berkembang menjadiwilayah yang maju, damai, dan sejahtera, sekaligus menjadi simbol keberhasilanpembangunan inklusif di Indonesia.
*Penulis merupakan Pemerhati Sosial