ayo buat website

Pemerintah Perluas Program Hilirisasi di Berbagai Sektor

Suara Papua - Sunday, 1 March 2026 - 00:57 WITA
Pemerintah Perluas Program Hilirisasi di Berbagai Sektor
 (Suara Papua)
Penulis
|
Editor

 

Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memperluas program hilirisasi di berbagai sektor strategis guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi jangka panjang dan kolaborasi lintas sektor di Indonesia.

Langkah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama enam proyek hilirisasi fase pertama dari total 18 proyek yang dicanangkan pada 6 Februari 2026. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Bakrie, menilai program hilirisasi menjadi strategi penting dalam transformasi ekonomi nasional karena mampu mengoptimalkan pengolahan komoditas di dalam negeri.

“Hilirisasi memberikan peningkatan nilai yang sangat signifikan, baik dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, maupun penguatan sektor perdagangan,” ujar Anindya.

Ia menjelaskan bahwa selama ini ekspor Indonesia masih didominasi komoditas mentah seperti crude palm oil dan batu bara. Menurutnya, hilirisasi akan mendorong pergeseran struktur ekspor menjadi produk turunan bernilai tinggi.

“Tujuannya agar ekspor Indonesia tidak hanya bertumpu pada komoditas seperti palm oil dan batu bara, tetapi juga pada produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi,” katanya.

Anindya juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi industri, termasuk potensi pengolahan silika menjadi wafer silikon untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri semikonduktor global.

Adapun proyek hilirisasi yang dijalankan meliputi pengolahan bauksit menjadi alumina dan aluminium di Mempawah, pengembangan bioetanol di Banyuwangi, pembangunan biorefinery di Cilacap, fasilitas integrated poultry di sejumlah daerah, serta pembangunan pabrik garam untuk memperkuat kapasitas produksi PT Garam.

Di sektor pangan, dukungan hilirisasi juga terlihat melalui keterlibatan Perum Bulog dalam Kunjungan Kerja Reses Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi IV di Brebes pada 23 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan pengolahan bawang merah berjalan optimal dari sisi produksi hingga distribusi.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, mengapresiasi kualitas komoditas bawang merah nasional.

“Produksi bawang merah nasional saat ini sudah melimpah dan bahkan mampu menembus pasar ekspor seperti Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Hal ini menunjukkan kualitas hasil pertanian kita telah memiliki daya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama BULOG, Marga Taufiq, menegaskan komitmen memperkuat distribusi pangan melalui kemitraan koperasi.

“Perum BULOG berkomitmen memperkuat peran Koperasi Merah Putih sebagai mitra strategis dalam distribusi komoditas pangan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperluas akses pasar bagi hasil produksi petani,” jelasnya.

Melalui strategi investasi terarah, penguatan teknologi, dan sinergi antar pemangku kepentingan, pemerintah berharap program hilirisasi mampu mempercepat industrialisasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Close Ads X
ayo buat website