ayo buat website

Kunker Presiden Prabowo ke UEA Memperkuat Kemitraan Strategis Berkelanjutan

Suara Papua - Friday, 27 February 2026 - 13:53 WITA
Kunker Presiden Prabowo ke UEA Memperkuat Kemitraan Strategis Berkelanjutan
 (Suara Papua)
Penulis
|
Editor

Oleh : Rahman Aditya )*

Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Abu Dhabi dan pertemuan bilateral dengan Presiden Persatuan Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan pada 26 Februari 2026 menjadi penanda penting arah diplomasi Indonesia ke depan. Pertemuan yang berlangsung di Istana Qasr Al Bahr itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra utama di kawasan Timur Tengah. Di tengah dinamika geopolitik global dan kompetisi ekonomi yang semakin ketat, penguatan hubungan dengan Persatuan Emirat Arab menunjukkan ketegasan visi pemerintahan Presiden Prabowo dalam membangun kemitraan yang konkret, terukur, dan berorientasi hasil.

Suasana hangat yang menyertai penyambutan di taman istana mencerminkan kedekatan personal kedua pemimpin sekaligus kematangan hubungan bilateral yang telah terbangun selama lima dekade. Format pertemuan yang melingkar dan setara memperlihatkan semangat dialog terbuka dan saling menghormati. Simbolisme tersebut penting karena memperlihatkan bahwa kemitraan Indonesia dan UEA tidak dilandasi relasi hierarkis, melainkan kolaborasi yang saling menguntungkan. Dalam lanskap diplomasi modern, kesetaraan menjadi fondasi kepercayaan, dan kepercayaan adalah modal utama untuk melangkah pada proyek-proyek strategis bernilai besar.

Dalam penjelasan terpisah, Menteri Luar Negeri Sugiono menilai bahwa kunjungan tersebut menandai fase baru hubungan bilateral yang semakin komprehensif dan berorientasi pada hasil nyata, khususnya dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah perubahan peta geopolitik global. Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia berpandangan bahwa perluasan kerja sama energi dengan UEA akan mempercepat agenda hilirisasi, transisi energi, serta peningkatan investasi di sektor strategis nasional.

Pertemuan bilateral itu juga menegaskan kesinambungan sekaligus akselerasi hubungan yang telah terjalin erat pada periode sebelumnya. Namun di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, arah kerja sama didorong lebih progresif dengan penekanan pada transformasi ekonomi, ketahanan energi, dan penguatan industri pertahanan. Kehadiran jajaran menteri kunci serta pimpinan industri strategis nasional memperlihatkan bahwa diplomasi yang dibangun bukan diplomasi simbolik, melainkan diplomasi produktif yang langsung menyentuh sektor prioritas pembangunan nasional.

UEA selama ini dikenal sebagai salah satu pusat investasi dan keuangan paling dinamis di kawasan Teluk. Kemitraan yang diperluas dalam bidang energi dan infrastruktur membuka peluang percepatan hilirisasi sumber daya alam Indonesia, pengembangan energi baru dan terbarukan, serta pembiayaan proyek-proyek strategis nasional. Dalam konteks tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memandang bahwa koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar setiap komitmen kerja sama dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk proyek konkret yang memberikan dampak ekonomi langsung.

Pertemuan yang diperluas membahas berbagai agenda strategis, mulai dari investasi, energi, hingga kemitraan ekonomi masa depan. Fokus pada ekonomi masa depan menunjukkan bahwa kedua negara tidak terjebak pada pola kerja sama tradisional, melainkan bergerak menuju sektor-sektor bernilai tambah tinggi seperti teknologi, industri pertahanan, logistik global, dan pengembangan kawasan ekonomi. Dalam pandangan Direktur Utama PT Pindad Sigit P Santosa, kolaborasi dengan mitra strategis seperti UEA membuka ruang peningkatan kapasitas industri pertahanan nasional, termasuk potensi transfer teknologi dan perluasan pasar ekspor.

Di sisi lain, pertemuan empat mata antara Presiden Prabowo dan Presiden MBZ menjadi ruang strategis untuk membicarakan isu-isu sensitif dan peluang jangka panjang secara lebih mendalam. Dialog langsung antar pemimpin mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi. Dalam praktik hubungan internasional, komunikasi personal yang intens sering kali menjadi katalis lahirnya terobosan-terobosan besar. Kedekatan ini memberi sinyal positif kepada pelaku usaha dan investor bahwa stabilitas dan kesinambungan kebijakan kedua negara terjaga dengan baik.

Tahun 2026 yang menandai 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan UEA memiliki makna simbolik sekaligus strategis. Setengah abad hubungan tersebut membuktikan bahwa fondasi kerja sama telah teruji oleh waktu. Kini, di usia emas hubungan bilateral, kedua negara memasuki babak baru yang lebih ambisius. Indonesia tidak lagi hanya dipandang sebagai pasar besar, tetapi sebagai mitra strategis dalam rantai pasok global, pusat pertumbuhan ekonomi baru, dan pemain penting dalam stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Kebijakan luar negeri Presiden Prabowo yang aktif memperkuat kemitraan dengan negara-negara kunci mencerminkan orientasi pragmatis dan berorientasi kepentingan nasional. Pemerintah menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi menjadi instrumen utama untuk mempercepat penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan transfer teknologi. Kerja sama dengan UEA juga berpotensi memperluas akses pasar produk Indonesia ke kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, sekaligus menarik arus modal yang mendukung pembangunan infrastruktur dan industri dalam negeri.

Kunjungan kerja ini pada akhirnya menegaskan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo bergerak dengan percaya diri di panggung global. Kemitraan dengan UEA bukan hubungan sesaat, melainkan strategi jangka panjang yang dirancang untuk menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat. Dengan fondasi kepercayaan yang kuat, visi ekonomi yang selaras, dan komitmen politik tingkat tinggi, hubungan Indonesia dan UEA berpotensi menjadi salah satu poros kerja sama paling dinamis di kawasan.

)* Penulis merupakan Pengamat Hubungan Internasional

Close Ads X
ayo buat website