ayo buat website

Tahun 1540 Yahudi serbu Pasuruan

Suara Papua - Thursday, 7 July 2022 - 16:53 WITA
Tahun 1540 Yahudi serbu Pasuruan
Litho Menggiring Tawanan Perang 1540 (Suara Papua)
Penulis
|
Editor

Suarapapuanews, Jakarta– Ferdinand Mendez Pinto menulis karya jurnalistiknya setebal 602 halaman “Adventures” yang¬† ditulis semasa, pas peristiwa. Ini makan korban, dari total rombongan satu brigantine, 5 tewas, hidup 3 termasuk Pinto.

Surat tugas dan biaya dari raja Portugal. Raja Portugal dapat info bahwa Yahudi Achem di Aljier barat akan serang kekuatan Islam di timur. Cukong mereka Sherif, Yahudi Mesir kaya.

Rombongan Achem di jalan terus2an angkut tentara bayaran. Sampai selat Malaka pecah dua. Ada yang ke Trengganu dan kemudian ke Rao, dan rombongan lain ke Jawa.

Tahun 1539 Trengganu Malaya diserang, sukses. Sultan terusir kumpulkan seluruh kekuatan Melayu di Malaya dan Indonesia. Yahudi terusir dan lari ke Rao.

Rao diserang, raja wafat. Permaisuri ambil tongkat komando dan balik hantam Yahudi. Yahudi menyerah dan Aladin pemimpinnya dihukum mati dengan menggodot lehernya sendiri. Begitu hukumnya. Kalau terhukum habis tenaga sedangkan nafas masih di kandung badan, maka baru algojo berikan finishing touch. Model hukum mati macam ini juga dilaporkan Ibnu Batuthah di lokasi sama abad2 sebelumnya.

 

Kontingen yang ke Jawa ada yang bernama Unus. Tapi orang Achem biasa saling sapa dengan sebutan Pate. Di sini menjadi Fatah kemudian harinya.

Tahun 1540 Yahudi Achem serbu Demak. Demak dari damak: pesta air. Damak biasanya di Koban Batur (Serambi Cuba), Demak.

Demak dikalahkan, lalu Achem siap serang Pasuruan.

Pasuruan zona econ yang kaya, pemimpinnya Pambekel. Pambekel pendidikan sekolah militer Champa.

Ringkas cerita ribuan pasukan yang  dipimpin Yahudi dihancurkan. Yang selamat lari sipat kuping ke Sumedang dan Jakarta. Pemimpin mereka ditangkap dan dihukum mati dengan potong leher swadaya.

 

Yang lari ke Jakarta pada 1540 bikin onar dan digebah ke luar Jakarta. Yang lari dan merusak Sumedang ditumpas pasukan Mataram.

(RS/AA)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
ayo buat website